gadis kecil bergaun hitam itu lagi-lagi meneteskan air mata sambil berkata 'AKU SAYANG KAMU'. ia terus berjalan menusuri pantai sambil berlinang air mata, dari raut wajahnya, sangat terlukiskan kalau ia sangat terpukul dan sedih. setiap langkah yang ia hentakkan, selalu mengingatkannya pada hari itu. hari di mana ia harus kehilangan orang yang amat sangat ia sayang.
terbayang dalam benaknya, saat-saat indah bersama pujaan hatinya itu di pantai ini. gadis itu berjalan ke arah sebuah batu besar, dan kembali meneteskan air mata. ia duduk di di batu itu dan ia teringat dengan hari-hari indah bersama Satya, pujaan hati gadis kecil itu.
Tanjungpinang, 18 Agustus 2010
di Trikora
di batu besar, di pantai Trikora. terlihat sepasang kekasih sedang duduk manis sambil menatap sunset yang indah, si wanita berkata,
'satya, mungkin ngga kita pacaran sampai setahun?'
'mungkin aja, kalau tuhan mengijinkan'
tidak terasa, matahari telah tenggelam dan sorepun berganti malam. saatnya untuk pulang.
23 Agustus 2010
keesokan harinya, tidak terasa, sudah satu bulan lebih avii dan satya tidak berkomunikasi (esemesan, adasih esemesan, tapi kadang-kadang). sebenarnya, avii ingin esemes, tapi avii takut satya tidak membalas esemesnya. saat sedang makan malam, ada esemes masuk ke ponsel avii, ternyata esemes itu dari satya yang isinya
'avii, kita putus ya, satya gabisa ngejalanin hubungan tanpa ada komunikasi, kita putus ya avii'
'yaudah terserah satya aja :('
'maafin satya ya avii, satya banyak salah ama avii'
'iya avii ugag mintak maaf sama satya , avii sayang ama satya'
'satya ugag syg sama avii, walaupun kita udah putus'
'kalau satya sayang ama avii, kenapa satya putusin avii?'
'satya gatau avii, maafin satya ya'
'yang bener donk satya, satya ingat gasih sama janji satya, gabakal tinggalin avii? tp knp satya tglin avii? :( '
debat itu akhirnya berakhir! air mata avii bercucuran. avii tak sanggup menerima kenyataan ini. batinnya tersiksa, meski di wajahnya penuh canda tawa.
semua teman-teman avii seakan-akan tak percaya mendengar smua itu. meskipun rada-rada tak percaya, teman-teman avii selalu men-support avii untuk tetap tegar menerima semua ini. avii juga menyadari, 'untuk apa aku terus menerus terpuruk dengan semua ini! aku harus bangkit! aku berjanji! AKU TAIDAK AKAN LAGI MENANGISI ia yang telah meninggalkan ku dengan rasa ini!'
TAMAT :)


