Ini cerita, tentang asal mulanya terciptanya panggilan-panggilan aneh dan tanpa di sengaja.
1. 'SINGKONG'
Saat jam istirahat, Avii dan Riri di suruh oleh ma'am Nirlela untuk memesan soto ke kantin. Saat dalam perjalanan ke kantin, tiba-tiba kertas yang di pegang riri jatuh. plooooook. Spontan avii latah, dan mengucapkan kata 'singkong'. 'udah yang ke berapa kali ni engko bilang singkong buat hari ini?'tanya riri. 'atau, jangan-jangan engko latah singkong lagi?'sambung riri. 'haaah~latah singkong? emang ada ya yang kayag gitu?'avii malah balik nanyak ke riri. 'ada lah. kalo orang latah tu pasti ada lah'jawab riri tanpa berfikir. mereka pun melanjutkan perjalanan ke kantin.
Sesampai di kantin, mereka memesan soto. setelah soto diberikan, mereka pun langsung pergi menghampiri ma'am Nir. 'ma'am ini sotonya'kata riri sambil memberikan semangkuk soto kepada guru kelasnya itu. 'ohh iya, makasih,ya nurika'kata ma;am Nir. 'iya ma'am, tapi panggil saya riri aja ma'am'jawab riri. 'okee, makasih riri'lanjut ma'am Nir. Setelah mengantar soto pesanan ma'am Nir, mereka pun turun dari majelis guru.
Setelah turun, riri dan avii langsung mencari vivi, ines, dan vinca. Avii dan riri menemukan vivi, ines dan vinca sedang nongkrong di depan kelas. 'woi, kalian tau nggak, tadi avii latah 'singkong' lagi!'kata riri. 'haaaah~ya ampun avii...'kata vinca. 'kok bisa?'tanya ines. 'mana aku tau, kata-kata 'singkong' tu terlintas langsung di otak aku.'jawab avi. 'woi, gimana kalo kita panggil avii 'singkong' aja?'usul vivi. Semuanya setuju. Termasuk avii.
2. 'KOMPET'
Hari ini adalah hari selasa, di hari selasa ada pelajaran Matematika, pelajaran Matematika itu amat sangat membosankan, tapi berbeda dengan cerita yang satu ini..
Pas pelajaran Matematika, kami(kelas 7b) di suruh buat diagram venh. saat itu avi sedang serius membuat diagram venhnya. daaaaaaaaaaaan, taaaaaaaaaaraaaaaaaa, diagram venh buatan avii pun jadi. walau rada-rada peot sedikit, tetap saja namanya 'diagram venh'. dengan bodohnya avii memberi tahukan kepada gurunya, tepatnya kepada satu kelasnya kalau diagram venh buatannya itu 'kempot'(alias peot). dengan kebingungan vivi pun berkata 'haaah~ kompet?''bukan vivi, tapi kempot!'jawab avii. 'emang kempot tu artinya apa sih?'tanya vivi. 'apa tu namanya?'avii berfikir. 'kalau kaleng minuman tu di tonjok, jadinyakan peot, naah itu namanya kempot'jelas miss Indri. 'o'kata vivi sambil mengangguk-angguk. 'bulat'sambung avi.
'ehh woi, sekarang panggil aku kompet ya!'seru vivi kepada satu kelasnya. 'okee lah kompet'balas riri. 'hahaha kompet' sambung ines. Semenjak kejadian itu, vivi pun kerap di sapa 'KOMPET'.
3. 'BARONGSAI'
Masih pada pelajaran Matematika, tapi di hari yang berbeda, yaitu hari Kamis. Avii dan Ines sedang ngobrol saat guru tercinta mereka 'Miss Indri' sedang menerangkan pelajaran Matematika. 'eh imlek kapan?'tanya ines. 'mana aku tau, tanya aja ama vivian.'jawab avii. 'vivian, imlek kapan?'tanya ines ke vivian. 'minggu kali.'jawab vivian enteng. 'o minggu, biasanya di tepi laut tu ada barongsaikan, kalo lagi imlek gitu?'tanya ines lagi. 'mungkin'jawab avii. 'ihhhh aqh sukak lho nengok barongsai.. kayaknya gimanaaaa gitu.'kata ines dengan sura lantang, secara tidak sengaja, satu kelas mendengar ucapan ines. tiba-tiba suasana kelas yang tadinya ribut, seketika menjadi lebih ramai dengan suara tawa. hehehe~. 'ehh gimana kalo kita panggil ines barongsai aja.'usul avii. tak ada satu pun yang menjawab, mereka semua makin tertawa sambil berkata 'hahaha~ines barongsai'. dan semenjak kejadian tersebut, ines dipanggil 'BARONGSAI'
4. 'MAS JOYA'
Daniel, adalah anak yang lumayan pintar, cukup cakep, putih, tinggi, tapi di balik ke-perfectkannya itu tersimpan satu kekurangan dari dirinya, mulutnya itu lho nggak bisa di kunci. nyosor terus kayak bebek! ditambah lagi dengan suaranya yang berat itu. huh~lengkaplah penderitaan telinga-telinga yang tidak bersalah karena ulah daniel. dikarenakan oleh hal tersebut, maka, daniel mulai di panggil 'MAS JOYA'
Minggu, 28 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar