"ompimpaalayumgambreeeng"
"kamu jaga mit!" kata Farhan
mita mengagguk, menutup matanya, dan mulai menghitung mundur dari 10 ke 1.
"empaaaaaat....... tigaaaaa....... duaaaaa...... satuuuuuuuuu..... udah belom?" tanya Mita
"beluum beluuuuuum" kata Jihan
Lalu, dengan sigap jihan mencari tempat persembunyian yang aman "udaaaaah"kata Jihan. Mita pu mulai mencari temannya satu persatu, dan akhirnya satu persatu pu berhasil di temukan mita, kecuali Deo. Mita terlihat kebingungan mencari-cari Deo.
Tiga puluh menit berlalu, Deo tak kunjung ditemukan. Mita mencarinya lagi tetap saja tidak ketemu. akhirnya hari semakin senja. Para ibu memanggil anak-anaknya untuk segara pulang. "Non Mita, yuk pulang" ajak Bik Surnah. dengan wajah agak takut, akhirnya Mita pun pulang.
Sampai di rumah, Mita masih penasaran akan keberadaan Deo. Akhirnya mita memberaikan diri untuk menelepon rumah Deo.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikusalam, ada yang bisa di bantu?"
"ada Deo nya?"
"Kalau boleh tau ini siapa ya?"
"Ini Mita"
"O, non mita toh, memangnya non mita beum tauya?"
"Tau apa bik?"
"Anu non, anuuu"
"Anuu apaa?"
"Tadi sore deo masuk ruah sakit, dia mimisan non"
Mita kaget, dan langsung menutup telepon tanpa basa-basi. Tanpa sadar, air mata mita bercucuran. Ia merasa bersalah, dan ia teringat dengan kejadian tadi sore saat ia membentak dan mendorong Deo hanya karna Deo tidak sengaja menginjak kaki Mita. Mita segera menghapus air matanya dan berlari menemui mamanya.
"Mamah"
"Kenapa sayang?"
"Mah, deo masuk rumah sakit, tadi sore dia mimisan. dia mimisan abis mita marahin"
"Loh, kok mita marahin deo? memang deo salah apa?"
"Deo nginjak kakiku ma, katanya gak sengaja, tapi sebenarnya aku tau dia itu sengaja"
"Mita tidak boleh begitu, mungkin aja deo memang benar-benar tidak sengajakan?"
"I....i.....iya sih ma, tapi....."
"Ayo kita jenguk deo sekarang, lalu mita minta maaf sama deo ya?"
"Iya ma"
.....
"kamu jaga mit!" kata Farhan
mita mengagguk, menutup matanya, dan mulai menghitung mundur dari 10 ke 1.
"empaaaaaat....... tigaaaaa....... duaaaaa...... satuuuuuuuuu..... udah belom?" tanya Mita
"beluum beluuuuuum" kata Jihan
Lalu, dengan sigap jihan mencari tempat persembunyian yang aman "udaaaaah"kata Jihan. Mita pu mulai mencari temannya satu persatu, dan akhirnya satu persatu pu berhasil di temukan mita, kecuali Deo. Mita terlihat kebingungan mencari-cari Deo.
Tiga puluh menit berlalu, Deo tak kunjung ditemukan. Mita mencarinya lagi tetap saja tidak ketemu. akhirnya hari semakin senja. Para ibu memanggil anak-anaknya untuk segara pulang. "Non Mita, yuk pulang" ajak Bik Surnah. dengan wajah agak takut, akhirnya Mita pun pulang.
Sampai di rumah, Mita masih penasaran akan keberadaan Deo. Akhirnya mita memberaikan diri untuk menelepon rumah Deo.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikusalam, ada yang bisa di bantu?"
"ada Deo nya?"
"Kalau boleh tau ini siapa ya?"
"Ini Mita"
"O, non mita toh, memangnya non mita beum tauya?"
"Tau apa bik?"
"Anu non, anuuu"
"Anuu apaa?"
"Tadi sore deo masuk ruah sakit, dia mimisan non"
Mita kaget, dan langsung menutup telepon tanpa basa-basi. Tanpa sadar, air mata mita bercucuran. Ia merasa bersalah, dan ia teringat dengan kejadian tadi sore saat ia membentak dan mendorong Deo hanya karna Deo tidak sengaja menginjak kaki Mita. Mita segera menghapus air matanya dan berlari menemui mamanya.
"Mamah"
"Kenapa sayang?"
"Mah, deo masuk rumah sakit, tadi sore dia mimisan. dia mimisan abis mita marahin"
"Loh, kok mita marahin deo? memang deo salah apa?"
"Deo nginjak kakiku ma, katanya gak sengaja, tapi sebenarnya aku tau dia itu sengaja"
"Mita tidak boleh begitu, mungkin aja deo memang benar-benar tidak sengajakan?"
"I....i.....iya sih ma, tapi....."
"Ayo kita jenguk deo sekarang, lalu mita minta maaf sama deo ya?"
"Iya ma"
.....
BERSAMBUNG



Tidak ada komentar:
Posting Komentar